Candi Singhasari: Jejak Kerajaan Kuno di Tengah Modernitas Malang

Di antara hiruk-pikuk modernitas Malang, Candi Singhasari berdiri tenang di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Situs bersejarah ini bukan sekadar peninggalan masa lampau, tapi juga ruang belajar terbuka bagi siapa pun yang ingin memahami akar budaya Jawa Timur. Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk berwisata, tetapi juga untuk menyelami kisah panjang Kerajaan Singhasari yang menjadi fondasi berdirinya Majapahit.

Jejak Kejayaan Kerajaan Singhasari

Candi Singhasari: Jejak Kerajaan Kuno di Tengah Modernitas Malang
Photo from Google Maps – Candi Singhasari by Rubys Mediatama

Candi Singhasari dibangun pada masa pemerintahan Raja Kertanegara, raja terakhir Kerajaan Singhasari yang memerintah pada abad ke-13. Ia dikenal sebagai tokoh visioner yang membawa pengaruh besar dalam perkembangan politik dan budaya Nusantara. Candi ini diyakini menjadi tempat pemujaan sekaligus peringatan wafatnya Kertanegara, yang gugur dalam peristiwa perebutan kekuasaan oleh Jayakatwang dari Kediri.

Sebagian besar relief dan struktur candi mencerminkan pengaruh agama Siwa-Buddha, menunjukkan masa transisi sinkretisme Hindu-Buddha di Jawa Timur. Dengan tinggi sekitar 15 meter, Candi Singhasari menjadi bukti kecanggihan arsitektur masa lampau yang masih mengundang decak kagum hingga kini.

Candi Singhasari dan Warisan Edukasi Sejarah

Candi Singhasari: Jejak Kerajaan Kuno di Tengah Modernitas Malang
Photo from Google Maps – Candi Singhasari by Om Bibi

Sebagai destinasi wisata edukasi, Candi Singhasari sering dijadikan lokasi kunjungan sekolah dan penelitian arkeologi. Di sekitarnya, terdapat berbagai artefak seperti arca Dwarapala raksasa yang dipercaya sebagai penjaga kerajaan, serta peninggalan prasasti yang kini disimpan di museum dan balai arkeologi. Informasi dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI menyebutkan, area candi terus dipelihara agar tetap menjadi sumber pengetahuan sejarah bagi masyarakat dan pelajar.

Bagi pengunjung, pengalaman berada di Candi Singhasari tak hanya soal menikmati panorama. Banyak pelajar datang untuk mempelajari pola ukiran batu, makna simbolik arca, dan kisah mitologi yang terkandung di dalamnya. Di sinilah nilai edukatifnya terasa kuat — menghubungkan generasi masa kini dengan peradaban kuno yang melahirkan banyak nilai budaya.

Nikmati liburan seru bersama keluarga lewat paket tour Malang dan Batu yang menggabungkan wisata alam, kuliner, dan spot kekinian. Semua sudah diatur agar perjalananmu lebih nyaman dan menyenangkan. Yuk, pesan sekarang dan rasakan pengalaman tak terlupakan di dua destinasi favorit Jawa Timur!

Hubungan dengan Museum Singhasari

Candi Singhasari: Jejak Kerajaan Kuno di Tengah Modernitas Malang
Photo from Google Maps – Museum Singhasari by Galih Adi Putra

Tak jauh dari kompleks candi, berdiri Museum Singhasari yang menjadi pelengkap perjalanan sejarah kawasan ini. Museum tersebut menyimpan koleksi replika arca dan artefak hasil temuan di sekitar Singosari. Bagi wisatawan yang datang ke Candi Singhasari, mengunjungi museum ini memberi konteks lebih mendalam tentang latar budaya dan peran kerajaan dalam sejarah Malang Raya.

Keberadaan museum ini sekaligus memperkuat fungsi Candi Singhasari sebagai pusat wisata edukatif, bukan sekadar destinasi foto. Pengunjung dapat menelusuri rekam jejak Kerajaan Singhasari secara lebih utuh — dari artefak, catatan sejarah, hingga interpretasi arkeologi terkini.

Di Tengah Modernitas Malang

Meski kini Malang dikenal dengan kafe modern, villa kekinian, dan destinasi digital, Candi Singhasari tetap memegang peran penting sebagai pengingat sejarah. Pemerintah Kabupaten Malang dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terus berupaya menjaga kelestarian situs ini melalui program revitalisasi dan digitalisasi cagar budaya. Langkah ini membuat informasi tentang Candi Singhasari semakin mudah diakses masyarakat luas.

Keunikan Candi Singhasari bukan hanya pada arsitektur dan sejarahnya, tapi juga pada kemampuannya menyatukan masa lalu dan masa kini. Di sinilah generasi muda bisa belajar bahwa kemajuan tidak selalu berarti melupakan akar budaya. Malang mungkin terus berkembang, tetapi Candi Singhasari tetap menjadi saksi bisu bahwa kejayaan masa lalu masih hidup dalam setiap batu dan ukiran yang dipahat dengan tangan penuh makna.

Informasi Kunjungan

Candi Singhasari terletak di Jalan Kertanegara, Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Situs ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 16.00, dan tidak dikenakan tiket masuk. Area sekitar candi cukup tertata, dengan fasilitas parkir, area istirahat, dan papan informasi sejarah yang memudahkan pengunjung memahami konteks setiap relief.

Berada di tengah kawasan yang mudah dijangkau dari pusat kota Malang, Candi Singhasari cocok dikunjungi sebagai destinasi akhir pekan yang menyeimbangkan rekreasi dan edukasi. Dengan nilai sejarah yang kuat, suasana tenang, dan keindahan arsitektur kuno, situs ini mengajak siapa pun untuk menengok kembali jejak peradaban yang membentuk identitas Malang hari ini.

Masih banyak sisi menarik lain dari Kota Malang dan Batu yang layak kamu jelajahi. Baca juga artikel lainnya di website kami untuk menemukan inspirasi wisata terbaik di dua kota ini!

Facebook
Pinterest
Twitter
LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *